Model Penelitian Sosial
A.
Sintakmatik
1. Orientasi
sebagai langkah untuk membuat mahasiswa menjadi peka terhadap masalah dan dapat
merumuskan masalah yang akan menjadi pusat penelitian.
2. Perumusan
hipotesis yang akan digunakan sebagai pembimbingatau pedoman dalam melakukan
penelitian.
3. Penjelasan
dan pendefinisian istilah yang ada dalam hipotesis.
4. Eksplorasi
dalam rangka menguji hipotesis dalam kerangka validasi dan pengujian
konsistensi internal sebagai dasar proses pengujian.
5. Pembuktian
dengan cara mengumpulkan data yang bersangkutpaut dengan esensi hipotesis
6. Merumuskan
generalisasi berupa pernyataan yang memiliki tingkat abstraksi yang luas yang
mengaitkan beberapa konsep yang erat kaitannya dengan hipotesis.
B.
Sistem
Sosial
Model ini diorganisasikan secara
terstruktur sedang. Pengajar mengambil inisiatif untuk meneliti dan memandu
mahasiswa dari tahap lainnya. Mahasiswa dalam melakukan proses penelitian akan
sangat tergantung pada kemampuan dalam penelitian, dan ia harus memikul
tanggung jawab untuk mengikuti proses dari tahap satu sampai tahap akhir.
C.
Prinsip
pengelolaan / reaksi
Dalam keseluruhan tahap, pengajar lebih
berfungsi sebagai konselor yang brtugas membantu para mahasiswa untuk
menjernihkan kedudukannya, memperbaiki proses belajar, dan membuat dan
melaksanakan rencana. Pengajar bertugas membantu mahasiswa dalam penggunaan
bahasa yang jelas, logika yang nalar, obyektivitas, pengertian tentang asumsi
dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Akibat dari tugas tersebut,
pengajar lebih memiliki peranan yang bersifat reflektif dimana ia membantu mahasiswa
memahami mereka sendiri dan mampu menemukan jalan pemikirannya sendiri. Dengan
demikian pengajar selalu bertindak sebagai penjernih, pengarah, konselor, dan
instruktur.
D.
Sistem
Pendukung
Sarana yang diperlukan dalam
melaksanakan model ini terutama, pengajar yang yakin bahwa pengembangan cara
yang luwes dalam memecahkan masalah kehidupan, sumber kepustakaan yang tidak
terbatas, dan akses pada pendapat dan sumber di luar sebagai sarana belajar
yang baik. lingkungan belajar yang kaya akan informasi sangat diperlukan
sehingga memungkinkan mahasiswa dapat melakukan proses penelitian dengan baik.
E.
Dampak
Instruksional dan Pengiring
Dampak Instruksional dan Pengiring dari
Model Penelitian Sosial ( Joyce dan Weil 1986 : 304 ) adalah sebagai berikut
1. Dampak
Instruksional
a.
Penjagaan terhadap masalah – masalah
sosial
b.
Komitmen terhadap peningkatan kualitas
warganegara
2.
Dampak Pengiring
a.
Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia
b.
Tindakan Sosial
c.
Toleransi dalam berdialog
.................................................................
|
|


