Kamis, 22 Mei 2014

MODEL PENELITIAN SOSIAL

Model Penelitian Sosial

http://dedialfaridiblog.blogspot.com/
    A.      Sintakmatik
Model ini memiliki enam tahap sebagai berikut :
1. Orientasi sebagai langkah untuk membuat mahasiswa menjadi peka          terhadap masalah dan dapat merumuskan masalah yang akan menjadi pusat penelitian.
2. Perumusan hipotesis yang akan digunakan sebagai        pembimbingatau pedoman dalam melakukan penelitian. 
3.  Penjelasan dan pendefinisian istilah yang ada dalam hipotesis. 
4. Eksplorasi dalam rangka menguji hipotesis dalam kerangka validasi dan pengujian konsistensi internal sebagai dasar proses pengujian.
5. Pembuktian dengan cara mengumpulkan data yang           bersangkutpaut dengan esensi hipotesis                                     
6.  Merumuskan generalisasi berupa pernyataan yang memiliki tingkat abstraksi yang luas yang mengaitkan beberapa konsep yang erat kaitannya dengan hipotesis.

B.       Sistem Sosial
Model ini diorganisasikan secara terstruktur sedang. Pengajar mengambil inisiatif untuk meneliti dan memandu mahasiswa dari tahap lainnya. Mahasiswa dalam melakukan proses penelitian akan sangat tergantung pada kemampuan dalam penelitian, dan ia harus memikul tanggung jawab untuk mengikuti proses dari tahap satu sampai tahap akhir.

C.      Prinsip pengelolaan / reaksi
Dalam keseluruhan tahap, pengajar lebih berfungsi sebagai konselor yang brtugas membantu para mahasiswa untuk menjernihkan kedudukannya, memperbaiki proses belajar, dan membuat dan melaksanakan rencana. Pengajar bertugas membantu mahasiswa dalam penggunaan bahasa yang jelas, logika yang nalar, obyektivitas, pengertian tentang asumsi dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Akibat dari tugas tersebut, pengajar lebih memiliki peranan yang bersifat reflektif dimana ia membantu mahasiswa memahami mereka sendiri dan mampu menemukan jalan pemikirannya sendiri. Dengan demikian pengajar selalu bertindak sebagai penjernih, pengarah, konselor, dan instruktur.

D.      Sistem Pendukung
Sarana yang diperlukan dalam melaksanakan model ini terutama, pengajar yang yakin bahwa pengembangan cara yang luwes dalam memecahkan masalah kehidupan, sumber kepustakaan yang tidak terbatas, dan akses pada pendapat dan sumber di luar sebagai sarana belajar yang baik. lingkungan belajar yang kaya akan informasi sangat diperlukan sehingga memungkinkan mahasiswa dapat melakukan proses penelitian dengan baik.

E.       Dampak Instruksional dan Pengiring
Dampak Instruksional dan Pengiring dari Model Penelitian Sosial ( Joyce dan Weil 1986 : 304 ) adalah sebagai berikut
1.    Dampak Instruksional
a.    Penjagaan terhadap masalah – masalah sosial
b.    Komitmen terhadap peningkatan kualitas warganegara
2.    Dampak Pengiring
a.    Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia
b.    Tindakan Sosial
c.    Toleransi dalam berdialog               
 
.................................................................

Jumat, 24 Februari 2012

Cara Setting Modem Axis Unlimited

http://dedyalfaridiblog.blogspot.com/
Feb 18
Mendapatkan koneksi internet disaat ini begitu mudah, selain telah menjamurnya warung internet (warnet) baik dipelosok kota hingga desa kini kita semakin di manja dengan hadirnya provider seluler yang mengobral tarif murah untuk berlomba bersaing meraih konsumen terbanyak, sehingga lagi-lagi konsumen yang semakin diuntungkan. Namun sayang tarif murah belum tentu membawa kepuasaan bagi pengguna. Continue Reading »

Kamis, 23 Februari 2012

Model Penelitian Sosial


A.      Sintakmatik
Model ini memiliki enam tahap sebagai berikut :
1.    Orientasi sebagai langkah untuk membuat mahasiswa menjadi peka terhadap masalah dan dapat merumuskan masalah yang akan menjadi pusat penelitian.
2.    Perumusan hipotesis yang akan digunakan sebagai pembimbing atau pedoman dalam melakukan penelitian.
3.    Penjelasan dan pendefinisian istilah yang ada dalam hipotesis.
4.    Eksplorasi dalam rangka menguji hipotesis dalam kerangka validasi dan pengujian konsistensi internal sebagai dasar proses pengujian.
5.    Pembuktian dengan cara mengumpulkan data yang bersangkutpaut dengan esensi hipotesis
6.    Merumuskan generalisasi berupa pernyataan yang memiliki tingkat abstraksi yang luas yang mengaitkan beberapa konsep yang erat kaitannya dengan hipotesis.

B.       Sistem Sosial
Model ini diorganisasikan secara terstruktur sedang. Pengajar mengambil inisiatif untuk meneliti dan memandu mahasiswa dari tahap lainnya. Mahasiswa dalam melakukan proses penelitian akan sangat tergantung pada kemampuan dalam penelitian, dan ia harus memikul tanggung jawab untuk mengikuti proses dari tahap satu sampai tahap akhir.

C.      Prinsip pengelolaan / reaksi
Dalam keseluruhan tahap, pengajar lebih berfungsi sebagai konselor yang brtugas membantu para mahasiswa untuk menjernihkan kedudukannya, memperbaiki proses belajar, dan membuat dan melaksanakan rencana. Pengajar bertugas membantu mahasiswa dalam penggunaan bahasa yang jelas, logika yang nalar, obyektivitas, pengertian tentang asumsi dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Akibat dari tugas tersebut, pengajar lebih memiliki peranan yang bersifat reflektif dimana ia membantu mahasiswa memahami mereka sendiri dan mampu menemukan jalan pemikirannya sendiri. Dengan demikian pengajar selalu bertindak sebagai penjernih, pengarah, konselor, dan instruktur.




D.      Sistem Pendukung
Sarana yang diperlukan dalam melaksanakan model ini terutama, pengajar yang yakin bahwa pengembangan cara yang luwes dalam memecahkan masalah kehidupan, sumber kepustakaan yang tidak terbatas, dan akses pada pendapat dan sumber di luar sebagai sarana belajar yang baik. lingkungan belajar yang kaya akan informasi sangat diperlukan sehingga memungkinkan mahasiswa dapat melakukan proses penelitian dengan baik.

E.       Dampak Instruksional dan Pengiring
Dampak Instruksional dan Pengiring dari Model Penelitian Sosial ( Joyce dan Weil 1986 : 304 ) adalah sebagai berikut
1.    Dampak Instruksional
a.    Penjagaan terhadap masalah – masalah sosial
b.    Komitmen terhadap peningkatan kualitas warganegara
2.    Dampak Pengiring
a.    Penghargaan terhadap Hak Azasi Manusia
b.    Tindakan Sosial
c.    Toleransi dalam berdialog

F.       Kerangka operasional Model Penelitian Sosial
( Massias dan Cox dalam Joyce dan Weil : 1986 )

Kegiatan Pengajar
Langkah Pokok
Kegiatan Siswa
Orientasi

§  Sajikan Konteks Masalah                   


Perumusan Hipotesis
§  Ajukan Pertanyaan                                                                 
http://dedialfaridiblog.blogspot.com/